Menu
Menghadirkan berita aktual, tips seputar kesehatan, kecantikan, fashion, hingga hubungan percintaan

Untung Besar! Cara Ternak Kambing untuk Pemula (Lengkap)

  • Bagikan
ternak kambing

Cara ternak kambing untuk pemula agar untung besar. Siapa pun Kamu yang ingin menjalankan sebuah usaha (bisnis) harus mengenali segala keterkaitan usaha yang hendak dikerjakan. Bukan sekedar menjalankan bisnis ternak kambing, apa saja macam usaha yang hendak dikerjakan harus dipertimbangkan dengan matang. Dimulai dengan perencanaan, jenis usahanya, apa saja hambatannya, bagaimana menggerakkan bisnis tersebut, bagaimana cara memasarkannya, menyalurkannya sampai keuntungan dan rugi yang mungkin muncul sebagai akibat negatif bisnis yang sudah dilakukan. Ingat tiap bisnis tidak selamanya mengenyam kesuksesan, bisa jadi mengalami kerugian dan bahkan juga sampai gulung tikar.

Ternak Kambing

Sebelum memilih untuk melakukan suatu usaha, yang utama pupuklah lebih dulu mental kamu menjadi seorang pebisnis. Bagaimana harus bersikap dalam menghadapi ketidakberhasilan dan bagaimana sikap kita dikala mengalami keberhasilan dari hasil bisnis kita. Tiap-tiap pebisnis harus siap sukses dan sebaliknya, harus siap gagal karena kesuksesan dan kegagalan bagaikan dua sisi mata uang dan silih berganti.

Keberhasilan tidak bisa dicapai dalam sesaat saja. Seorang pebisnis sukses secara umum pernah juga merasakan saat kegagalannya, Tidak langsung sukses begitu mengerjakan usaha bisnisnya. Tentu Diperlukan banyak waktu, pengorbanan yang besar dan niat yang kokoh dalam menggerakkan bisnis. Banyak pengalaman yang dapat diambil saat menjumpai kegagalannya hingga tidak terulang kembali pada masa selanjutnya karena pengalaman ialah guru terbaik ke arah tangga keberhasilan.

Cara Ternak Kambing

Satu jenis bisnis yang saat ini ramai ialah ternak kambing, baik kambing yang diperah susunya atau yang hanya diambil dagingnya. Kelihatannya mudah dan enak-enak saja mengerjakan ternak kambing. Tinggal memberikan
pakan tiap harinya sampai jangka waktu tertentu maka kambing cukup umur untuk disembelih maupun dipasarkan. Bahkan juga banyak orang Indonesia menjadikan ternak kambing cuma untuk usaha sambilan saja di samping usaha pertanian. Mengingat bisnis tani banyak memberikan rumput yang dapat menjadi bahan makanan untuk ternak kambing dan sejenisnya. Contohnya: tanaman kedelai, kacang tanah, tanaman jagung, tanaman padi, tanaman ketela dan sebagainya. Sesudah diambil hasil utamanya, tanaman itu dapat digunakan sebagai pakan ternak.

Walau cuma untuk usaha sambilan, tapi usaha ini bisa memberi hasil yang cukup besar. Ibaratnya usaha yang tidak membutuhkan modal banyak khususnya dalam soal pakan karena manfaatkan ‘limbah’ hasil pertanian tersebut, tetapi hasilnya atau keuntungannya yang diambil cukup besar. Apa lagi usaha ternak kambing tidak begitu menyusahkan dibandingkan dengan ternak itik, burung puyuh, ayam dan ternak unggas yang lain.

Akan tetapi, umumnya beberapa ternak kambing cuma manfaatkan ‘dagingnya’ saja atau sebagai investasi ‘tabungan’ tanpa mempedulikan susunya. Walau sebenarnya susu kambing lebih bergizi karena proteinnya lebih banyak jika dibandingkan susu sapi maupun susu kuda. Seumpama susu kambing jadi ladang usaha pasti bisa menambahkan banyak pendapatan Kamu sebagai seorang pebisnis.

Oleh sebab itu, apabila Kamu dapat menggapai dua tiga pulau dalam sekali dayung, kenapa tidak digunakan sekaligus. Bukan hanya mengambil daging kambing saja tapi juga jadikan susu sebagau hasil tambahan bagi keuangan keluarga dari ternak kambing ini.

Jenis Jenis Kambing

Sebelum memilih untuk menjalankan usaha bisnis ternak kambing, alangkah baiknya apabila Kamu mengenali beberapa jenis kambing yang ada, khususnya yang ada di Indonesia. Dari sisi ini berguna untuk menambahkan pengetahuan dan wacana kita mengenai kambing dapat untuk memastikan jenis kambing apa yang bisa mendatangkan keuntungan lebih bila dijadikan bisnis kita. Berikut beberapa jenis kambing yang ada dan tersebar di
Indonesia:

1. Kambing Kacang

Sebetulnya kambing ras unggul yang dibudidayakan pertama kalinya di Indonesia ialah kambing kacang. Kambing kacang adalah kambing lokal Indonesia yang mempunyai daya penyesuaian cukup tinggi pada keadaan alam sekitarnya. Disamping itu, kambing kacang mempunyai daya reproduksi begitu tinggi dibandingkan jenis kambing yang lain. Kambing kacang jantan dan betina, kedua duanya sebagai jenis kambing pedaging.

Berikut ini beberapa ciri kambing kacang, antara lain:

  • Badan kambing relatif kecil dengan kepala enteng dan kecil.
  • Telinganya tegak, dengan bulu lurus, dan juga pendek.
  • Berat badan kambing kacang jantan dewasa bisa mencapai 30 kg, dan yang betina dewasa mencapai 25 kg.
  • Tinggi kambing jantan 60 – 65 cm, dan yang kambing betina sekitar 56 cm.
  • Secara umum mempunyai warna bulu tunggal putih, hitam, cokelat, atau bisa juga gabungan ketiga warna tersebut.
  • Mempunyai dua tanduk yang pendek baik yang kambing jantan atau pun kambing betina.
  • Mempunyai bulu pendek pada semua badannya, kecuali pada ekor dan dagu, pada kambing jantan tumbuh bulu panjang kira kira sepanjang garis leher, bahu dan punggung sampai ekor dan bokong.

2. Kambing Etawa (Jamnapari)

Pada awalnya kambing jamnapari atau etawa ini didatangkan dari India. Hasil persilangan antara kambing jamnapari dengan kambing lokal di Indonesia, dan inilah yang sering disebut dengan kambing etawa. Kambing ini terhitung jenis kambing yang unggul karena mempunyai dua jenis, yakni sebagai kambing pemroduksi susu atau kambing perah dan dagingnya dapat dikonsumsi (kambing pedaging). Jadi tidak mengejutkan bila harganya lebih mahal dari harga kambing lokal.

Kambing jenis ini mempunyai kelebihan apabila untuk diternak. Selainnya manfaatnya sebagai pemroduksi susu dan pemroduksi daging, kambing etawa bisa dibudidayakan dalam beberapa macam, diantaranya:

a. Penggemukan

Dari hewan kambing yang kurus dikasih perawatan spesial khususnya dalam soal pakan maka jadi gemuk dan bisa menjadi hewan pedaging.

b. Pembibitan

Usaha pembibitan kambing etawa pun tidak kalah menguntungkan pasalnya dapat memberi kesempatan menghasilkan pundi uang. mengingat saat ini beberapa orang yang ingin menjalankan bisnis ternak kambing dan mereka pasti akan mencari bibit kambing, terutama kambing yang unggul seperti kambing etawa.

Perahan dari satu ekor kambing etawa sanggup mendatangkan susu sampai 3 liter setiap harinya. dan hal ini dapat menjadi kesempatan usaha menggiurkan bila ingin memperdalam bisnis ini secara serius. Dan semua tipe usaha tersebut akan diulas secara dalam dalam bab seterusnya dalam artikel ini.

Beberapa ciri dari kambing etawa, antara lain:

  • Tubuhnya besar, tinggi kambing jantan sekitar 90 cm sampai 127 cm dan yang kambing betina sampai 92 cm.
  • Berat yang jantan dapat mencapai 91 kg, sedangkan kambing betina cuma sampai 63 kg saja.
  • Keunikannya bahwa telinga kambing etawa panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung.
  • Kambing jantan atau pun betina mempunyai tanduk pendek.

3. Kambing Jawa Randu

Kambing jawarandu atau jawa randu atau ada pula yang memberikan nama kacukan, bligon, gumbolo, atau kambing koplo. Kambing jenis ini sebagai hasil persilangan dari kambing peranakan etawa dengan kambing kacang. Dalam perihal ini karakter fisik kambing kacangnya yang lebih menonjol. Mengingat kambing jenis kacang cuma diambil dagingnya saja karena itu disilangkan dengan kambing jenis etawa yang dapat dibudidayakan daging dan susunya. Oleh sebab itu, untuk penghematan, umumnya peternak susu kambing pilih kambing ini untuk diternakkan untuk diambil susunya. Kambing ini bisa mendatangkan susu sekitar 1,5 ltr setiap hari.

Beberapa ciri kambing jawa randu:

  • Bertubuh lebih kecil dari kambing etawa, dengan berat kambing jantan dewasa kira kira 40 kg, dan betina maksimum capai berat 40 kg.
  • Memiliki tanduk, baik kambing yang jantan atau pun yang betina.
  • Mempunyai telinga yang terbuka lebar, panjang, dan terkulai.

4. Kambing PE (Peranakan Etawa)

Kambing PE sebetulnya sebagai tipe kambing peranakan dari jenis etawa yang disilangkan dengan kambing lokal berasal dari Indonesia. Kambing etawa sendiri dihadirkan dari India pada jaman Belanda. Salah satunya perihal maksud dilaksanakan penyilangan ialah supaya kambing yang dihasilkan lebih bisa menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Mengingat asal kambing etawa yang dari negeri India (Jamnapari) yang pasti berlainan cuaca dan musimnya dengan Indonesia.

Kambing yang kerap diketahui sebagai kambing PE (Peranakan Etawa), sekarang ini dipandang seperti kambing Iokal. Ukuran hampir serupa dengan etawa tetapi lebih adaptif pada lingkungan lokal Indonesia karena sebagai persilangan dari kambing etawa dan kambing kacang karena itu tanda-tandanya badannya ada di kambing kacang dan kambing etawa. Ada yang lebih ke kambing etawa, ada beberapa yang lebih cenderung ke
arah kambing kacang.

Kambing ini awalannya tersebar di daerah pesisir utara Pulau Jawa, dan sekarang ini nyaris di semua Indonesia. Satu perihal yang membandingkan di antara kambing PE dengan kambing etawa ialah, memiliki sex-libido yang
tinggi, khususnya pada kambing jantan. Beberapa ciri umum kambing PE diantaranya:

a. Ciri ciri kambing etawa betina

  • Berat tubuh saat hidup capai 45-80 kg, dahi dan hidungnya cembung.
  • Tubuh besar, panjang tubuh 65-85 cm dan tinggi gumba sekitar 70-90 cm
  • Telinganya panjang dan melipat dengan ujung lebar menggantung.
  • Panjangnya kurang lebih 10-28 cm
  • Mempunyai tanduk yang ke arah belakang, dan kebanyakan ukurannya pendek.
  • Warna bulu-bulu beragam belang, di antara hitam, putih, cokelat kekuningan atau paduan keduanya.
  • Kambing berkembang baik, puting susunya besar dan lebih panjang.
  • Kepalanya tegak, jenong mirip ikan louhan dengan garis profil meliuk
  • Paha kaki belakang dengan bulu lebat dan panjang

Ciri ciri kambing etawa jantan

  • Berat tubuh saat hidup capai 65-120 kg, dahi dan hidungnya cembung.
  • Tubuh besar, panjang tubuh 85-1 15 cm dan tinggi gumba 90-1 10 cm
  • Telinganya lebar dan menggantung panjang dan melipat pada ujungnya.
  • Panjangnya sekitaran 25-41 cm
  • Mempunyai tanduk yang ke arah belakang
  • Warna bulu-bulu bervareasi, di antara hitam, putih, cokelat kekuningan atau paduan keduanya hitam dan putih.
  • Lingkar testis dapat capai 23 cm
  • Kepalanya tegak, dengan garis profil meliuk
  • Paha kaki belakang dengan bulu lebat dan panjang

5. Kambing Boer

Kambing boer datang dari wilayah Afrika Selatan tetapi sudah terpadu kira-kira selama 65 tahun lebih. Kata “Boer” memiliki arti petani. Sebetulnya kambing ini jadi kambing pedaging karena perkembangannya yang cepat sekali. Bayangkan saja pada usia yang baru lima sampai enam bulan berat badannya bisa sampai 35-45 kg, dengan rerata perkembangan yakni 0,02-0,04 kg setiap hari. Masalah ini sudah pasti terkait pada makanan yang dimakan sehari-harinya seperti susu dan rangsum pakan setiap harinya.

Bila dibanding dengan kambing lokal, prosentase daging kambing Boer dengan kambing lokal sampai 40% 50% dari berat badannya. Dan perihal ini semakin tinggi kambing Boer dibandingkan kambing lokal yang ada. Kambing boer bisa dikenal secara mudah cuma disaksikan dari badannya yang lebar dan panjang, dalam, dengan bulu putih, berhidung cembung, berkaki pendek, bertelinga panjang menggantung dan berkepala warna cokelat kemerahan atau cokleat muda/tua. Tidak sama dengan kambing tipe yang lain, kambing boer benar-benar suka berjemur pada siang hari, walau sebenarnya biasanya kambing tidak senang panas dan hujan.

Beberapa ciri ciri dari kambing boer:

Ciri ciri kambing betina boer

  • Leher dan kepala ramping (bisa disebut feminisme).
  • Benar-benar jinak dan biasanya jarang-jarang berulah.
  • Bisa dikawinkan pada usia 10-12 bulan (bergantung besar badannya).
  • Sanggup melahirkan anak 3 kali dalam 2 tahun.
  • Sesudah beranak yang pertama umumnya akan beranak kembar dua, tiga bahkan empat.
  • Induk boer akan hasilkan susu yang mengandung lemak tinggi sekali hingga baik untuk kesehatan.
  • Memiliki 2 sampai 4 puting walau tidak semua hasilkan susu.
  • Bisa dikawinkan kembali sesudah 3 bulan melahirkan.
  • Birahinya bisa terdeteksi lewat pergerakan “Flagging”yakni pergerakan pada ekornya.
  • Menjadi induk selama 5 sampai 8 tahun.

Ciri ciri kambing jantan boer

  • Badannya kuat dan kuat
  • Bahu luas dan ke belakang, dipenuhi oleh bokong yang berotot
  • Bisa kawin sejauh bulan selama setahun
  • Badannya bau tajam hingga menarik kambing betina
  • Bisa aktif kawin pada usia 7 sampai 8 bulan
  • Jantan dewasa (dengan usia kurang lebih 2 sampai 3 tahun) betina sepanjang 7 sampai 8 tahun.

6. Kambing Muara

Sama dengan namanya, kambing tipe ini lebih banyak ditemui di wilayah Muara Kabupaten Tapanuli Utara Propinsi Sumatera Utara. Dilihat dari sisi tampilannya, kambing muara terlihat lebih gagah dengan warna bulu-bulu yang bervariatif. Ada yang bulu-bulunya memiliki warna cokelat kemerahan, putih bahkan juga ada pula yang dengan bulu warna hitam. Ketimbang dengan kambing kacang, kambing tipe ini berbobot yang lebih besar.

Kambing muara kerap mempunyai anak atau beranak lebih dari dua bahkan empat anak sekalian dalam satu kali melahirkan. Atau kerap diberi nama dengan prolific. Akan tetapi, walau mempunyai empat anak dalam sekali melahirkan, ke-4 anaknya bisa tumbuh besar dan sehat sampai dewasa tanpa tambahan susu. Keempat anaknya bisa tumbuh besar sama dengan dengan satu anak pada sebuah kelahiran. Ini karena produksi susu kambing muara yang relatif baik dan sanggup memenuhi keperluan keempat anak yang diahirkannya.

7. Kambing Kosta

Kambing tipe kosta banyak tersebar di wilayah Jakarta, Serang, Pandeglang, dan Banten. Memiliki bentuk nyaris tidak dapat dibedakan dengan kambing kacang, tapi sebetulnya di antara kambing kosta dan kambing
kacang ada ketidaksamaan yang sangat berarti bila dilihat secara cermat. Keunikan kambing kosta ialah ada pola garis sejajar di bagian kiri dan kanan muka.

Disamping itu ada keunikan yang Iainnya yakni ada bulu-bulu rewos di bagian kaki belakang seperti bulu-bulu rewos pada kambing PE (Peranakan Etawa). Tapi pada rewos kambing kosta tidak sepanjang rewos kambing peranakan etawa, struktur bulu-bulunya cukup tebal dan lembut.

Ciri-ciri lain dari kambing kosta ialah badannya berwujud besar ke sisi belakang hingga benar-benar sesuai dan menjanjikan untuk dijadikan jenis kambing pedaging. Warna kulit kambing kosta yaitu cokelat tua, cokelat muda, cokelat merah, abu-abu sampai hitam. Secara umum ada dua skema warna (belang) dan umumnya didominasi warna putih.

Disamping itu ciri-ciri yang lain pertanda kambing kosta ialah bentuk badannya yang dengan hidung umumnya bahkan juga kadang ada yang meliuk, bertanduk pendek dan bulu-bulunya pendek. Kambing jenis ini
bisa menjadi bisnis usaha ternak kambing pedaging. Meski begitu jumlah kambing kosta saat ini mulai berkurang.

8. Kambing Marica

Satu diantara tipe jenis dari kambing kacang yang ada di Sulawesi Selatan ialah kambing marica. Walau terhitung kelompok sangat jarang dan nyaris musnah, kambing marica sebagai satu diantara gen dari kambing asli
di Indonesia.

Komunitas kambing marica ada di kabupaten Maros, Jeneponto, Sopeng dan wilayah Makasar di Propinsi Sulawesi Selatan. Kambing tipe ini mempunyai potensi genetik yang sanggup menyesuaikan secara baik di beberapa daerah agro- ekosistem tempat kering, dengan curah hujan tiap tahunnya rendah. Disamping itu, kambing marica sanggup bertahan hidup pada musim kemarau meskipun cukup dengan makan rerumputan kering di
wilayah berbatu-batu.

Ciri-ciri yang tidak dipunyai kambing yang lain ada pada kambing tipe ini ialah telinganya yang tegak dan memiliki bentuk relatif kecil ketimbang dengan kambing kacang. Kambing marica mempunyai tanduk yang pendek dan kecil dan terlihat gesit dan agresif

9. Kambing Saanen

Kambing saanen aslinya datang dari lembah Saanen di Swiss. Di Negara aslinya, Saanen terhitung salah satunya jenis kambing paling besar dan pemroduksi susu kambing populer. Karena kambing jenis ini sensitif pada matahari dan susah berkembang di wilayah tropis karena itu di Indonesia yang beriklim tropis kambing saanen disilangkan dengan kambing peranakan etawa yang tahan dengan cuaca tropis.

Beberapa ciri ciri kambing saanen:

  • Bulu-bulunya pendek dengan warna putih atau cream dengan titik hitam di hidung, telinga, dan di kelenjar susu.
  • Hidungnya lurus dan muka berwujud segitiga.
  • Telinganya simpel dan tegak ke samping dan di depan.
  • Ekornya pendek dan tipis
  • Jantan dan betinanya bertanduk.
  • Berat saanen jantan dewasa sampai 68-91 kg dan saanen betina dewasa capai 36 kg – 63 kg
  • Tinggi baik atau ideal yakni 81 cm dengan berat 61 kg, masih tetap ketika tingginya 94 cm beratnya 81 kg.
  • Produksi susu 740 kg/ms laktasi.

10. Kambing Gembrong

Kambing gembrong memiliki bentuk seperti anjing dengan bulu-bulu lebat di semua badannya. Kambing gembrong ada di wilayah wilayah Timur Bali, tapi saat ini nyaris musnah. Beberapa ciri kambing gembrong:

Ciri ciri kambing jantan gembrong

  • Dengan bulu panjang, lebat, dan mengilap dari kepala sampai ekor.
  • Panjang bulu-bulu dapat capai 25-30 cm.
  • Warna badan didominasi warna putih, beberapa coklat dan coklat muda.
  • Tinggi kambing (gumba) sekitar 58-65 cm.
  • Berat tubuh kambing dewasa sampai 32-45 kg.
  • Berjumbai pada dahi bahkan juga kadang menutup mata dan muka kambing tersebut.

Ciri ciri kambing betina gembrong

  • Wujud dan ukuran badan serupa kambing kacang.
  • Sisi perut melebar.
  • Memiliki tanduk pendek dan berbentuk oval.
  • Dengan bulu pendek kurang lebih 2-3 cm.

11. Kambing Boerawa

Kambing boerawa adalah hasil perkawinan silang di antara kambing peranakan etawa betina dengan kambing boer jantan hingga diberi nama boerawa (boer dan etawa). Kambing hasil persilangan ini banyak mulai berkembang di wilayah Lampung, walau sebetulnya disamping di Lampung persilangan boer dengan etawa dikerjakan di wilayah Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Tetapi realitanya kambing boerawa lebih banyak didapati di Propinsi Lampung.

12. Kambing Samosir (Kambing Putih, Kambing Batak)

Sama dengan namanya, kambing ini dipiara oleh warga di Pulau Samosir, tengah Danau Toba Sulawesi Utara. Sebelumnya kambing ini jadi bahan persembahan saat upacara keagamaan oleh warga
di tempat tersebut. Kambing yang diberikan harus warna putih.

Kambing tipe ini rupanya bisa beradaptasi dengan keadaan tempat kering dan berbatu-batu, meskipun pada musim kemarau umumnya rumput sulit didapat. Rupanya kambing samosir ini bisa menyesuaikan dan berkembang biak secara baik di tanah Samosir, sesuai nama kambingnya. Disamping itu oleh warga setempat juga dinamakan kambing putih karena bulu-bulunya yang warna putih.

Beberapa ciri kambing samosir

  • Badan kambing dewasa capai berat 26-32 kg
  • Panjang tubuh kira 57-63 cm
  • Tinggi bahu kira kira 50-56 cm
  • Tinggi pinggul kira kira 53-59 cm
  • Dalam dada kira kira 28-33 cm
  • Lebar dada kurang lebih 17-20 cm
  • Secara morfologik hampir serupa dengan kambing kacang cuma lebih menonjol warna putihnya.

Memulai Usaha Ternak Kambing

Sebelum menentukan untuk mengawali usaha ternak kambing, sebaiknya mengenali beberapa strategi dalam menggerakkan bisnis tersebut. Dengan mengenali beberapa strategi dalam mengawali usaha ini diharapkan bisa lebih siap dan tentunya sukses dalam memulai usaha ternak kambing yang sudah dilakukan. Berikut sejumlah strategi dalam mengawali usaha ternak kambing yang perlu jadi perhatian.

1. Rencana yang Matang

Bukan hanya usaha ternak kambing, dalam mengawali usaha apa saja, baik terkait dengan makhluk hidup lain seperti beternak kambing, sapi, nila, mujair, gurami dan lain-lain maupun usaha yang terkait
dengan benda mati seperti dunia properti, makanan, minuman, perdagangan dan lain-lain harus dijalankan dengan rencana yang matang. Tanpa adanya perancanaan yang matang keberhasilan jauh dari yang didambakan.

Barangkali memanglah tidak dibutuhkan status pendidikan tinggi dalam mengawali satu usaha, tetapi tidak juga dapat lepas dari pengalaman dan pengetahuan karena seperti kita melihat beberapa orang sukses dalam melakukan
usaha biarpun mereka tidak berpendidikan tinggi bahkan juga ada yang berstatus putus sekolah.

Saat melakukan rencana, Anda perlu membuat spreadsheet yang berisi semua perincian budget Anda. Lakukan rencana start up biaya, termaksud dalam usaha untuk beli kambing, mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, memperkerjakan tenaga kerja, leasing atau beli properti, biaya overhead, dan lain-lain.
Rencana yang bagus adalah satu diantara kunci keberhasilan karena pada intinya apa yang diagendakan ialah apa yang hendak dilaksanakan.

Bagaimana kandangnya dibikin, apa pakannya, berapakah banyaknya, apa yang perlu dilaksanakan bila keluar batas atas sesuatu yang diperkirakan dan lain-lain. Semua harus diakui baik saat sebelum menjalankan bisnisnya.

2. Mengenal Seluk Beluk Tentang Ternak Kambing

Bagaimana mungkin seorang akan jalankan bisnis ternak kambing bila awalnya tidak mengenali yang bernama kambing itu seperti apa? Bagaimana hidupnya, makanannya apa, dengan apa berkembang biaknya, dan lain-lain.

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan menjalankan bisnis ternak kambing alangkah baiknya kalau mengenali sangkut-paut atau seluk beluk tentang kambing. Bagaimanakah cara beternak kambing? Apa ingin diambil susu perahannya atau dagingnya atau inginkan keduanya, yakni susu dan dagingnya. Karena
ke-2 nya memiliki tindakan yang tidak sama.

Untuk mengetahui sangkut-paut atau seluk beluk bisnis ternak kambing Anda bisa bertanya langsung kepada orang yang lain bertepatan memulai usaha yang serupa. Anda dapat berkunjung ke tempat usaha mereka. Anda dapat langsung bertanya atau menyaksikan bagaimana mereka menjalani usaha ternak kambingnya tersebut.

Disamping itu, untuk mengenali segala keterkaitan bisnis ternak kambing dapat dipeoleh dari beragam buku pengalaman orang yang menggeluti ternak, atau mencari informasi dari internet, ingat pada era saat ini internet bukan hanya punya orang kantoran saja, segala lapisan masyarakat bisa menikmati fasilitas ini. Tukang kambing dan pebisnis yang lain manfaatkan internet untuk menjalankan bisnisnya baik mempromokan atau menyalurkan hasil usahanya tersebut.

3. Memperkirakan Jumlah Biaya dan Pekerjanya

Penting untuk diperhitungkan permasalahan biaya dan jumlah karyawan yang ikut serta dalam mengawali bisnia Anda ini, mengingat bahwa pasar barangkali tidak memberikan keuntungan atau berkesinambungan dalam periode yang panjang. Permasalahan yang Anda perlu pikirkan termasuk juga memperkerjakan buruh, penjualan, sistem produksi, aturan, dan juga biaya. Semua itu besar kecilnya usaha yang akan kita jalankan dalam bisnis ternak kambing ini. Bila banyak memiliki tenaga dalam mengawali usaha juga harus dihitung berapakah keuntungan dan kerugiannya.

4. Mulailah dari Skala Kecil Dulu

Apabila sebelumnya Anda tidak pernah mengerjakan bisnis ternak kambing, awalilah dalam skala kecil terlebih dulu. Misalkan dengan coba memiara dua ekor kambing saja. Andaikan memiara dua ekor kambing telah mengusai, dilanjutkan dalam rasio semakin besar, lima ekor, sepuluh ekor, dan sebagainya.

Lihat dan tekuni bagaimana caranya memiaranya, apa pakannya, bagaimanakah cara memberikan makan atau membersihkan, baik kambing atau kandangnya. Lihat pula bagaimana lingkungan mereka, lingkungan harus tetap bersih, karenanya akan mempengaruhi kualitas kambing yang akan dihasilkan. Upayakan supaya Anda memperoleh pengalaman dari proses dari ini. Dengan begitu, Anda tidak kuatir lagi saat menjalankan usaha dengan jumlah yang lebih besar.

5. Jangan Mudah Menyerah

Dalam tiap usaha, ketidakberhasilan dengan kata lian kerugian hal yang wajar dalam mengawali bisnis. Sepanjang rugi yang dirasakan tidak lebih dari 3 bulan masih digolongkan usaha atau bisnis yang aman. Tetapi bila ketidakberhasilan dan rugi atau hasilnya malah terus melorot lebih dari 3 bulan pertanda bahwa bisnis yang Anda geluti akan mengalami kemunduran atau bangkrut.

Dalam realitanya, nyaris tidak ada pebisnis yang tak pernah gagal. Seseorang yang kita ketahui sekarang ini sukses dalam usaha yang dilaluinya belum pasti perjalanan usahanya selalu mulus. Tentu ada kalanya ada di titik paling bawah yang memicu untuk selalu usaha supaya bisa bangun dari keterpurukan.

Satu hal yang jangan dilalaikan jika yang namanya keberhasilan tidak semata-mata dari sesuatu yang dibuat, tetapi lebih dari sesuatu yang dikerjakan . Maka, keberhasilan ialah sebuah proses bukanlah hasil akhirnya. Orang akan sukses apabila dapat melalui dari proses tiap upayanya secara baik, bukan hanya saat nikmati hasil atas sesuatu yang dilakukan. Oleh sebab itu saat menentukan usaha, baik ternak kambing atau yang lain, tidak boleh gampang berserah. Tuhan tidak tidur, Dia selalu mengetahui siapakah yang betul- betul tekun dalam usaha dan berdoa memohon kepadaNya.

Siap Sukses dan Juga Siap Gagal

Roda kehidupan akan selalu berputar, terkadang di atas tetapi kadang pula kita merasakan bagaimana di bawah. Demikian pula dengan sebuah bisnis. Belum pasti tiap apa yang kita kerjakan selalu menjumpai kesuksesan. Kadang kita harus gagal dahulu untuk capai manisnya kesuksesan tersebut.

Karena itu, seorang pebisnis harus siap dengan semua situasi yang ada. Sukses atau pun gagal, bahkan juga bangkrut dan sampai gulung tikar selalu ada mewarni setiap langkah usaha kita. Sukses dan gagal ialah dua hal yang disebut jalan hidup. Apakah akan selalu terjatuh pada kegagalannya atau ingin bangun dan menjemput manisnya keberhasilan.

Janganlah sampai sebagai seorang pebisnis jadi stres saat menjumpai kegagalannya, atau begitu berfoya saat keberhasilan tiba. Karena dari langkah kita menghadapi tiap kondisi itu arti hidup terjadi. Bila kita begitu larut dalam tiap kondisi, entah sangat bersedih saat gagal hingga jadi depresi, atau sebaliknya. Terlampau senang hingga berfoya-foya saat nikmati keberhasilan. Karena itu apa yang Anda capai tidak tahan lama, sesaat saja bahkan juga saat sebelum Anda merasakan kepuasan akan hasil yang sudah didapat.

Persiapan Ternak Kambing

Sesudah Anda mendalami beberapa kiat saat melakukan bisnis ternak kambing, Anda harus mempersiapkan semua kebutuhan supaya apa yang telah diperkirakan bisa terlaksana dengan baik. Seperti mempunyai beberapa dana untuk beli kambing.

Sesudah dana kambing didapat, akan diletakkan di mana kambingnya? Karena itu Anda harus mempersiapkan kandang. Lantas akan dikasih makan apa kambing Anda? Pakan kambing juga harus dipersiapkan. Janganlah sampai kambing telah Anda peroleh, kandang dan pakan belum disiapkan. Berikut sejumlah persiapan usaha ternak kambing yang penting dikerjakan sebelumnya memutuskan untuk beternak kambing.

1. Persiapan Modal

Mengerjakan usaha atau bisnis tentu memerlukan modal. Demikian pula bila Anda akan mengerjakan usaha ternak kambing. Anda membutuhkan dana untuk beli kambingnya. Berapa besar dana untuk beli kambing bergantung pada berapa banyak Anda akan beternak kambing dan kambing jenis apa yang hendak Anda ternakkan dalam usaha tersebut.

Disamping itu usia kambing benar-benar mempengaruhi harga kambing. Bila Anda beli bayi kambing atau kerap kali dinamakan cempe jadi harganya pasti tidak begitu mahal. Tetapi resiko yang didapatkan seperti gampang
sakit sampai kematian semakin tinggi. Ingat bayi kambing (cempe) masih membutuhkan susu ibunya. Jenis kambing yang hendak diternakkan juga dapat mempengaruhi harga kambingnya.

Apakah kambing yang hendak dijadikan pemroduksi susu (kambing perah) seperti kambing tipe etawa, peranakan etawa, jawarandu, saanen dan lain-lain. Atau mungkin kambing yang cuma jadi kambing pedaging seperti kambing lokal (kacang), boer, boerawa dan lain-lain. Atau digunakan kekeduanya, ya sebagai pemroduksi daging dan pemerah susu.

Disamping untuk beli kambing, dana dibutuhkan juga untuk pengerjaan kandang dan persiapan pakan. Ukuran kandang tergantung pada berapakah jumlah kambing yang hendak diternakkan. Makin banyak jumlah
kambing yang hendak dibudidayakan maka makin besar juga dana yang dibutuhkan.

Tetapi tidak berarti bila dana yang ada kurang lalu tidak dapat mengerjakan usaha ternak kambing. Anda dapat lakukan usaha ternak dengan cara menggaduh (istilah jawa), yakni memiara milik orang dengan kesepakatan saat kambing dijual keuntungannya dibagi dua. Sudah pasti sesudah dikurangi dengan harga kambing pada waktu dibeli.

Kesepakatan bisa juga dilaksanakan dengan yang lain. Misalkan dengan membagikan salah satunya ekor kambing bila kambing yang digaduh mempunyai anak lebih satu. Dengan begitu Anda mempunyai peluang untuk
lakukan usaha ternak kambing Anda sendiri yang didapat hasil dari menggaduh kambing.

2. Persiapan Kandang

Di dalam menentukan tempat, Anda pun jangan ceroboh mengingat keadaan keamanan, cuaca, temperatur udara, dan aspek kelembapan juga punya pengaruh dalam usaha ternak kambing. Sebab seperti kita ketahui bahwa kambing tidak kuat dengan air dan udara dingin. Disamping itu penting menjadi perhatian sisi keamanan maka diperlukan penilaian yang cukup serius dalam masalah ini.

Disamping itu ada unsur yang lain mesti jadi perhatian sebelum membuat kandang, yakni menghindari lokasi ternak di wilayah pemukiman. Ini disebabkan ternak dengan jumlah yang banyak pasti mengakibatkan pencemaran atau berbagai macam penyakit. Sesudah memerhatikan beberapa unsur yang dipersyaratkan dalam pengerjaan kandang, cara selanjutnya ialah pembangunan kandang.

Dalam pembbuatan kandang, cara yang terpenting yaitu melihat secara utuh kegunaan kandang tersebut dibuat. Buat apa dan siapa kandang akan dibikin. Oleh sebab itu, dalam pembuatan kandang perlu diperhitungkan
berapakah jumlah kambing yang hendak dipiara.

Bentuk kandang dibikin sedemikian rupa supaya di saat makan sikap badan kambing bena-benar dalam posisi yang benar dan baik. Sebab ini akan memiliki pengaruh dalam proses metabolisme pada kambing. Kondisi kandang harus segar dengan sirkulasi udara yang baik, cukup memperoleh sinar matahari, bersih dan setidaknya memiliki jarak 5 meter dari rumah.

Kandang yang baik untuk Kambing

Kandang kambing juga harus dilengkapi dengan tempat pakan yang ditata dengan tepat sehingga kambing berasa nyaman saat memakan pakan yang disiapkan. Disamping ditambahkan dengan tempat pakan, kandang kambing juga harus diberikan tempat penampungan kotoran.

Tempat penampungan kotoran dirancang khusus supaya kotoran yang ada dapat dengan gampang dibersihkan. Kotoran ini bisa digunakan sebagai pupuk organik yang pasti begitu berguna untuk menggantikan pupuk-pupuk kimia yang jangka panjangnya akan menimbulkan kerugian bagi para petani.

Pada dasarnya bentuk, bahan dan konstruksi dari kandang kambing untuk satu ekor induk kambing yaitu 1,5 m2 Dan untuk pejantan terpisahkan mempunyai ukuran kandang 2 m2. Untuk anak kambing yang berusia sampai
3 bulan (anak segera disapih) digabungkan mempunyai ukuran minimum 1 m2 per ekor dengan tinggi pemisah 1,5 sampai 2 kali tinggi kambing. Ukuran kandang yang umum dipakai di antara Iain seperti berikut:

  • Kandang beranak : 1,2 m x 1,2 m/ekor
  • Kandang induk : 1 m x 1,25 m/ekor
  • Kandang anak : 1 m x 1,25 m/ekor
  • Kandang pejantan : 1,1 m x 1,25 m/ekor
  • Kandang dara/dewasa : 1 m x 1,25 m/ekor.

Persiapan Pakan

Sesudah pengerjaan kandang pastinya Anda harus juga mempersiapkan tersedianya pakan ternak. Apa lagi jika Anda hidup tidak di wilayah yang mudah area pertaniannya. Anda harus mempersiapkan pakan sekaligus tempat
untuk menanamnya. Area atau lahan pakan ternak dìpersiapkan dengan menanam beberapa hijauan makanan ternak.

Pemberian hijauan sebaìknya sampai 3% dan berat tubuh (dasar bahan kering) atau 10 – 1 5% berat tubuh (dasar bahan segar). Ternak kambing menyenangi berbagai macam daun-daunan sebagai pakan dasar dan pakan tambahan (konsentrat). Berikut disajìkan macam tanaman hijau, makanan yang dicintai kambing:

1. Daun Turi

Sifat khusus dari tanaman turi ialah bunganya berupa kupu-kupu dengan warna putih atau merah muda. Daun turi memiliki bentuk kecil-kecil dan bulat. Dan buahnya berupa polong yang panjang. Perkembangannya yang cepat sekali maka pas untuk jadi pakan ternak kambing. Begitu juga ranting tanaman ini dipotong, sesaat setelah itu akan tumbuh kembali dan begitu seterusnya.

Daun turi sebagai satu diantara hijauan makanan ternak yang menjanjikan karena kaya akan mineral dan vitamin yang bagus untuk perkembangan kambing.Khususnya pro vitamin A, B, C dan E dan mineral berupa Kalsium dan Fosfor bagus untuk tumbuh kembang kambing.

2. Kaliandra

Kaliandra banyak ditemui di sekeliling kita. Biasanya tumbuh di daratan rendah maupun tinggi sampai capai 1500 m di atas permukaan air Iaut.Tinggi tanaman kaliandra umumnya bisa sampai 8 meter. Keistimewaan dari tanaman kaliandra ialah dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur. Disamping itu, perkembangannya cukup cepat seperti tanaman turi.

Daun kaliandra disamping diberikan berbentuk daun segar dapat dikeringkan dan dijadikan tepung makanan ternak kambing. Faedah dari kaliandra pada ternak ialah sebagai bank protein.

3. Lamtoro Gung

Tumbuhan Iamtoro gung atau kerap kali dikatakan Iamtoro, asal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tumbuhan ini bisa tumbuh di ketinggian hingga 1200 m di atas permukaan air laut dengan curahan hujan 700-1.650 mm/tahun dan pada temperatur 20-30 °C. Lamtoro gung bisa tumbuh pada tanah yang kurang subur dan struktur tanah sedang maupun berat.

Ciri khusus dari tumbuhan Iamtoro ialah daunnya kecil-kecil dengan bentuk lonjong dan memiliki bunga yang bertangkai. Ketinggian tanaman ini mencapai 10 meter dengan akar yang begitu dalam.Tanaman ini dapat menyesuaikan terhadap hujan, tanah kering, angin atau pun tanah yang kurang subur.

4. Daun Nangka

Daun nangka juga disenangi oleh kambing. Tanaman nangka dipercaya berawal dari India, yakni daerah Ghats sisi Barat, di mana beberapa jenis Iiarnya masih dijumpai tumbuh menyebar di hutan di sana. Pohon nangka biasanya memiliki ukuran sedang, tingginya sampai 20 m, meskipun ada yang sampai 30 meter. Tanaman nangka memiliki batang yang bulat silindris dengan ukuran kira kira 1meter. Semua bagian tumbuhan ini akan mengeluarkan getah putih pekat jika dipotong.

5. Rumput Gajah

Rumput gajah banyak didapati di area persawahan. Daunnya panjang, berbatang tebal, keras dengan tinggi sampai 5 m. Bunganya seperti es lilin. Rumput gajah yang ditanamkan bisa dilakukan panen pertama kalinya di usia 90 hari dan panen selanjutnya dapat dilakukan setelah 40 hari untuk musim hujan. Bila musim kemarau bisa diambil (dipanen) tiap 60 hari sekali.

5. Penyeleksian Bibit

Penyeleksian bibit kambing dibutuhkan untuk hasilkan turunan yang Iebih baik dibandingkan induknya, minimum sama dengan si induk. Penyeleksian calon bibit disarankan di daerah setempat, bebas penyakit dan
dengan fenotip baik. Pada umumnya, ciri-ciri bibit yang bagus ialah yang memiliki badan sehat, tidak cacat, bulu-bulu bersih dan mengkilat, dan mempunyai daya penyesuaian tinggi pada lingkungan.

Ciri-ciri calon Induk kambing yang bagus:
– Usia di atas 12 bulan.
– Badan besar, tidak cacat, perawakan gempal dan juga tinggi.
– Bagian dada dalam dan juga lebar.
– Kepala berbentuk jenong, telinga lemas dengan panjang kurang lebih 30 cm untuk kambing Etawa.
– Mempunyai warna bulu kepala yang hitam untuk kambing etawa.
– Memiliki garis punggung dan pinggang yang lurus.
– Jinak, tidak senang mengembik.
– Tatapan matanya ramah atau tidak buas.
– Kakinya lurus dan tumitnya juga tinggi.
– Gigi masih lengkap, rahang atas dan bawah juga rata.
– Sanggup merumput dengan bagus atau dengan efisien,
– Mempunyai tingkat kesuburan reproduksi yang sedang.

Ciri ciri calon pejantan kambing yang baik:
– Badan besar dan panjang dengan sisi belakang Iebih besar serta lebih tinggi.
– Bagian dada lebardan gagah
– Mempunyai libido (gairah kawin) yang tinggi.
– Tidak begitu gemuk,
– Kakinya lurus dan juga kuat.
– Mempunyai bulu jenggot dan kulit leher yang lemas.
– Warna bulu di bagian kepala hitam legam untuk kambing etawa.
– Jika bisa keturunan yang kembar.
– Usia di antara 1,5 sampai 3 tahun

Tahap Pelaksanaan Ternak Kambing

Sesudah apa yang diagendakan disiapkan secara baik dan masak tiba waktunya dalam tahapan penerapan beternak kambing. Bagaimana memiara dan menjaga kambing akan kami bahas secara mendalam dalam di bawah ini.

1. Pemberian Pakan Kambing

Salah satunya aspek terpenting dalam beternak ialah pemberian pakan karena dari pakan itu ternak bisa berkembang dan tumbuh jadi lebih banyak. Bila diharap jadi kambing perah maka kualitas susu yang dihasilkan akan menjadi baik. Begitupun bila mengharapkan jadi kambing pedaging. Jadi makanan yang diberi jadi begitu penting dalam memastikan kualitas daging kambing tersebut.

Pada intinya ada dua jenis makanan untuk ternak kambing, yakni hijauan (beragam macam rumput) dan makan tambahan (bisa berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, mineral dan vitamin). Langkah pemberiannya diberikan 2 kali dalam
sehari yakni pagi dan sore hari, dengan berat rumput 10% dari berat tubuh kambing. Janganlah lupa untuk memberi air minum 1,5 – 2,5 liter per ekor setiap hari, dan garam beriodium seperlunya.

Salah satunya hal yang sebaiknya jadi perhatian dalam pemberian pakan kambing ialah memberi makanan yang disenanginya karena tidak seluruhnya Macam hijau- hijauan kambing senangi. Hijauan yang diberi pada kambing harus berbentuk hijauan segar yang mengandung sedikit air. Kambing tidak menyenangi hijauan yang masih banyak air, entah itu air embun maupun sisa air hujan. Tidak seperti sapi yang ingin makan makanan kering, seperti jerami yang telah dijemur, kambing tidak menyenangi makanan yang kering.

Jenis Pakan Kambing

Berikut ini jenis pakan atau makanan yang umum diberikan pada kambing:

a. Kelompok padi-padian, di antaranya:

1. Rumput jukut tualadi merupakan jenis rumput yang bulu-bulunya lebat dan baunya tidak sedap tapi mempunyai rasa manis yang disenangi kambing.

2. Rumput kolonjono merupakan jenis rumput yang disukai kambing. Pada Umumnya ada di tempat perkebunan atau di wilayah rawa-rawa, tanah basah atau tepian sungai. Rumput ini juga gampang perawatannya dengan tinggi rumput bisa sampai 50 cm.

Selainnya kedua jenis rumput tersebut di atas masih ada jenis rumput lainnya yaitu: rumput benta, banggala dan rumput kawatan.

b. Kelompok kacang-kacangan

Kumpulan kacang-kacangan terbagi dalam: daun, bunga tanaman turi, krotalaria atau orok-orok, mlanding atau petai cina ( daun, buah atau bunga yang cukup muda disenangi kambing), kacang tanah, baik itu daun, bunga dan buah yang cukup muda, kacang kedelai.

c. Tanaman lain diantaranya: daun pisang, daun ketela pohon, daun nangka dan daun waru.

Nah, itulah sedikit gambaran mengenai cara ternak kambing untuk pemula. Semoga sedikit pembahasan ini bisa memberikan wawasan untuk kita semua. Terima kasih.

 

  • Bagikan