Menu
Menghadirkan berita aktual, tips seputar kesehatan, kecantikan, fashion, hingga hubungan percintaan

Jenis Jenis Sapi Perah di Indonesia dan Ciri Cirinya

  • Bagikan

Jenis Jenis Sapi Perah di Indonesia dan Ciri Cirinya. Indonesia sebetulnya mempunyai potensi sebagai tempat yang luas untuk pengembangan peternakan sapi, baik peternakan sapi perah maupun sapi potong. Akan tetapi kekayaan tempat ini tidak dibarengi dengan kekayaan bibit sapi. Keadaan ini berpengaruh pada produksi sapi nasional yang masih rendah hingga negara ini harus mengatasi kekurangan daging sapi dengan melakukan impor bibit atau hasil produksinya untuk penuhi keperluan di dalam negeri. Ada banyak jenis sapi yang dapat diternak dan dijadikan sapi perahan, diantaranya, sebagai berikut:

1. Sapi Perah Eropa (Fries Holland)

Sapi Fries Holland

Sapi Fries Holland berasal dari daerah Belanda Utara dan Propinsi Friesland Barat. Sapi Fries Holand atau sering diberi nama FH ini mempunyai ciri ciri seperti berikut:

  • Berat tubuh Ideal dari sapi FH betina dewasa kira kira 682 kg dan sapi jantan dewasa kurang lebih 1.000 kg atau 1 ton.
  • Produksi susu dari sapi FH di Indonesia umumnya 10 liter/ekor setiap hari atau kurang lebih 30.050 kg per laktasi.
  • Kandungan lemak susu FH mencapai 3,65% dengan umumnya 7.245 kg per laktasi di Amerika Serikat.
  • Bulu-bulu sapi FH kebanyakan memiliki warna hitam dan putih, tetapi ada pula yang warna merah dan juga putih dengan batas-batas warna yang terang.
  • Berat anak sapi FH yang baru lahirkan sampai dengan 43 kg.

Dibandingkan dengan jenis sapi perah yang lain sapi perah Fries Holand produksi susunya tertinggi. Selainnya diambil atau diperah susunya jenis sapi ini juga bagus dan baik untuk sapi pedaging karena pertumbuhannya yang cepat dan bagus.

2. Sapi Perah Jersey

sapi Jersey

Bangsa Sapi ini terjadi di Pulau Jersey yang berada di selat Channel di antara Prancis dan juga negara Inggris. Nenek moyang dari sapi Jersey ini ialah sapi liar Bos (Taurus) Typicus Longifrons yang selanjutnya dikawin silangkan dengan sapi di Paris dan juga Normandia (Prancis) akhirnya terbentuk sapi Jersey ini. Sapi perah Jersey mempunyai tubuh paling kecil di antara sapi perah lainnnya.

Adapun ciri ciri dari sapi Jersey adalah sebagai berikut:

  • Tubuh dari sapi Jersey mempunyai tubuh paling kecil di antara jenis sapi perah yang lain.
  • Kandungan lemak susunya cukup tinggi  mencapai 4,85%.
  • Mempunyai karakter gugup atau resah dan bereaksi cepat pada rangsangan, dalam kata lain sapi
    jersey tidak jinak.
  • Sapi jersey dapat lebih cepat mencapai puncak produksi dibandingkan dengan jenis sapi yang lain.
  • Pakan pokok dari sapi jersey ialah rumput. Umumnya sapi ini digembalakan dan diberi konsentrat terbatas.

3. Sapi Perah Guernsey

Sapi Guernsey

Sapi Guernsey berasal dari sapi liar sub-spesies Bos (Taurus) Typicus longifrons dari pulau Guernsey, berada
disamping barat laut dari pulau Jersey, di Selat Channel.

Adapun ciri ciri dari sapi Guernsey antara lain sebagai berikut :

  • Bentuk tubuhsapi cukup kasar dibandingkan dengan sapi Jersey
  • Warna bulu-bulu dari sapi ini cokelat dengan bintik putih
  • Susu dari sapi Guernsey umumnya dibuat jadi mentega.
  • Jenis sapi Guernsey memiliki sifat cukup jinak jadi aman untuk diternak dijadikan sapi perahan.

Sapi Guersey memiliki sifat cukup jinak dengan bentuk tubuh cukup kasar dibandingkan dengan sapi jersey. Daya penyesuaian dari sapi ini pada daerah panas cukup baik. Selain itu hasil produksi susu sapi jenis Guersey bisa dipakai untuk memproduksi mentega.

4. Sapi Perah Ayshire

sapi Ayrshire

Jenis sapi Ayrshire terjadi di daerah Ayr yang berada di barat daya negara Skotlandia. Nenek moyang dari sapi Ayrshire merupakan persilahan dari Bos (Taurus) Typicus Primigenius dengan Bos (Taurus) Typicus Longifrons.

Adapun ciri ciri dari sapi perah Aryshire adalah sebagai berikut:

  • Tubuh dari sapi perah Aryshire lebih besar jika dibandingkan dengan dari sapi Guernsey maupun sapi Jersey.
  • Warna bulu-bulu banyak ragamnya mulai dari merah dan putih sampai perpaduan dari warna mahoni dan juga putih.
  • Berat tubuh sapi betina bisa mencapai 545 kg, untuk sapi jantan sampai 841 kg dan berat saat lahir mencapai 34 kg.

Cuaca di wilayah Ayr cukup dingin dan lembab, kondisi yang kurang baik ini membuat ketahanan sapi jenis Aryshire menjadi baik. Selai itu jenis sapi ini mempunyai daya merumput yang cukup tinggi. Karena memiliki daya merumput yang tinggi ini menjadikan tubuh sapi Aryshir lebih besar dibanding dengan sapi guerney maupun sapi jersey.

5. Sapi Perah Brown Swiss

sapi Brown Swiss

Jenis sapi Brown Swiss merupakan jenis sapi perah paling tua yang ada di dunia. Sapi ini berasal dari spesies sapi liar sub-spesies Bos (Taurus) Typicus Longifrons yang hidupnya di lereng-lereng gunung di Swiss.

Adapun ciri ciri dari Sapi perah Brown Swiss adalah seperti berikut:

  • Berat tubuhnya paling berat kedua sesudah dari bobot sapi FH.
  • Warna bulu-bulunya cokelat dengan ragam yang lain dari cokelat muda sampai cokelat gelap.
  • Susu sapi Brown Swiss pada umumnya diproses menjadi keju.
  • Kandungan lemak susu pada sapi Brown Swiss rendah.
  • Produksi susu umumnya mencapai 5.939 per laktasi.

Pada musim semi dan musim gugur sapi jenis sapi Brown swiss ini merumput dari kaki gunung ke arah lembah.
Sapi jenis ini secara umum dipiara untuk kepentingan produksi susu. Pasalnya kandungan susu dari sapi ini cukup banyak dan memiliki kandungan lemak yang rendah pula.

6. Sapi Perah Sahiwal

sapi Sahiwal

Sapi perah Sahiwal berasal dari India. Sapi ini adalah jenis sapi perah yang hidup di daerah tropis. Bisa dikatakan jenis sapi ini yang terbaik didaerah aslinya.

Adapun ciri ciri dari sapi Sahiwal ini antara lain sebagai berikut:

  • Potongan atau bentuk tubuh cukup berat.
  • Mempunyai kaki yang pendek. Bulu bulunya
  • Berwarna kemerahan atau coklat muda, terkadang ada juga yang berwarna putih.
  • Prosentase lemaknya kurang lebih hanya 3,7%
  • Bulu-bulunya begitu lembut dan halus.
  • Memiliki ambing yang besar dan kadangkala tergantung.

Bobot dari Sapi perah sahiwal betina dewasa mencapai 450 kg sedangkan sapi sahiwal jantan dewasa umumnya mencapai 550 kg. Produksi susu pada umumnya 2.270 liter perlaktasi. Sapi pejantan bisa dipakai sebagai tenaga kerja saat sudah berumur 2,5 tahun. Dengan perawatan yang bagus sapi betina dapat beranak pada saat berumur 2,5 sampai 3 tahun.

7. Sapi Perah Milking Shorthorn

Sapi Milking Shorthorn

 

Sapi Milking Shorthorn terhitung jenis sapi paling tua dan terjadi di Inggris bagian timur laut tepatnya di lembah Sungai Thames. Leluhur daari sapi ini yaitu sapi bos (Taurus) Typicus Premigenius. Pada awalnya sapi ini dikenali sebagai jenis sapi jenis dwiguna (yakni sapi perah dan sapi pedaging). Namun Di tahun 1969 peternak pembibit di Amerika Serikat jenis sapi ini cuma dipakai sebagai sapi perah.

Ada pun ciri ciri dari sapi Milking Shorthorn ini adalah berikut ini:

  • Warna banyak variasi dari hampir putih hingga merah semuanya, dan ada juga yang memiliki warna kombinasi dari merah dan putih.
  • Berat tubuh ideal dari sapi Milking Shorthorn jantan 955 kg, berat di saat lahir mencapai 34 kg.
  • Kandungan lemak susunya sekitar 3,650%.
  • Produksi susunya dari jenis sapi ini 5.126 kg per laktasi.
  • Termasuk jenis sapi perah tropis.

8. Sapi Perah Australian Milking Zebu

Sapi Milking Shorthorn

Sapi Australian miliking zebu adalah sapi hasil kawin silang dari sapi sahilwal red sindhi dan sapi jersey. Sapi jenis ini sanggup bertahan hidup di wilayah beriklim sedang maupun panas. Produksi susunya kurang lebih 7 ltr setiap hari.

Beberapa ciri yang dimiliki sapi ini, yaitu sapi betina memiliki warna bulu dominan kuning emas atau coklat kemerah-merahan dan sapi jantan pada umumnya mempunyai kelasa yang terletak di tengah tengah pundaknya. Salah satunya keunggulan dari sapi ini lebih tahan dari panas matahari dan penyakit caplak.

9. Sapi Red Sindhi

Sapi Red Sindhi

Sapi ini berasal dari daerah India. Dalam segalanya hampir serupa dengan Sahiwal tapi dengan ukuran yang lebih kecil. Adapun ciri ciri dari sapi sahiwal red sindhi ini adalah sebagai berikut:

  • Berat sapi betina dewasa mencapai 350 kg, sedangkan sapi jantan dewasa mencapai 454 kg.
  • Untuk berat anak sapi betina baru lahir kira kira 20 kg, sedangkan anak sapi jantan yang baru lahir kira kira 24 kg.
  • Produksi susu umumnya untuk satu periode laktasi 1.662 atau sekitar 5 sampai 6 liter setiap harinya.

Sapi ini beradabtasi secara baik pada beragam keadaan tanah dan cuaca. Sapi red sindhi jantan tidak hanya dipakai sebagai pejantan dan biasa dipakai sebagai tenaga penarik pembajak di sawah atau penarik pedati.

Itulah sedikit penjelasan mengenai jenis jenis sapi perah dan ciri cirnya. Semoga bisa menambah wawasan kita. Terima kasih sudah berkenan membaca artikel ini.

  • Bagikan