Menu
Menghadirkan berita aktual, tips seputar kesehatan, kecantikan, fashion, hingga hubungan percintaan

Cara Menanam Stek Aglonema yang Benar dan Menghasilkan

  • Bagikan
cara stek aglonema

Cara stek aglonema. Bibit aglaonema dapat diperoleh dengan bermacam cara seperti pembelahan anakan, cangkok, perundukan batang, atau pun kultur jaringan. Penentuan cara tersebut harus memperhitungkan keadaan tanaman. Dan pada artikel kali ini, Kami akan mengulas mengenai cara memperbanyak aglonema dengan stek untuk menambahkan pemahaman Kita tentang dunia aglaonema. Lantas bagaimana cara menanam aglonema agar cepat tumbuh dan subur?

Cara Stek Aglonema

Adapun cara memperbanyak aglonema dengan teknik stek adalah sebagai berikut: stek batang tanpa daun, stek mini dan menanam bonggol tanaman aglonema. Ketiga cara stek aglonema ini akan kita bahas secara rinci pada ulasan berikut ini.

Stek Batang Tanpa Daun

Kerap kali karena beragam pemicu, tangkai atau batang aglaonema gundul pada bagian bawah. Tentu saja hal ini menyebabkan tanaman aglonema terlihat tumbuh meninggi dengan daun terpusat di batang bagian atas. Hal ini disebabkan kerena daun banyak yang rontok, rusak, atau pun diserang hama penyakit, kurang perawatan, dan juga kurang memperoleh sinar karena tertutup anakan.

Tampilan seperti itu bisa dibenahi dengan cara mengerjakan memperbanyak aglonema melalui stek tangkai atau stek batang. Caranya, cukup kita potong potong tangkai atau batang aglonemas dengan ukuran panjang sesuai selera. Kita dapat memotong dengan ukuran satu, dua atau tiga ruas batang. Minimal terdapat satu ruas yang mempunyai satu mata tunas.

Makin panjang ruas yang dipotong untuk satu stek, maka tunas dan akar yang akan didapat semakin banyak pula. Ruas yang panjang biasanya memiliki persediaan unsur hara yang semakin banyak. Yang perlu, Kita lihat yakni posisi mata tunas ketika menanam. Jangan sampai menanam setek batang aglonema dengan posisi terbalik, atau mata tunas menghadap ke bawah.

Dan berikut ini cara stek aglonema dengan benar:
1. Mula mula kita siapkan induk tanaman aglonema yang akan distek.
2. Potong batang dengan sekali iris, potongan ini menjadi batang utama.
3. potong batang utama menjadi beberapa stek, 1 stek minimal 1 ruas dan terdapat mata tunasnya.
4. Oleskan fungisida atau perangsang tumbuh pada masing stek batang yang dibuat tadi.
5. Siapkan wadah atau pot dengan dimasukkan media tanam yang steril.
6. Tanam stek batang aglonema dengan posisi miring, dan mata tunas menghadap ke atas.
7. Siram media tanam hingga keadaannya jenuh.
8. Tutup dengan kaca atau kita masukkan dalam kantong plastik.
9. Taruh pot tersebut pada tempat yang teduh dan 4 minggu kemudian akan tumbuh akar dan bertunas.
10. Setelah itu, pada minggu ke-10 kita pindahkan ke pot pot yang lain.

Stek Mini

Stek mini adalah satu diantara cara memperbanyak aglonema dengan cepat. Tekniknya, dengan cara “mencacah” tangkai atau batang sampai terdiri atas 1 sampai 2 ruas. Ketentuannya, pastikan minimal 1 mata tunas yang dikutsertakan serta 1 daun. Dengan cara ini, maka dalam waktu yang singkat kita bisa mendapatkan beberapa stek tanaman aglonema. Jika indukan cukuplah tinggi dan sehat bisa didapatkan 7 sampai 12 setek.

Syarat lain yang harus dipenuhi untuk melakukan stek mini ini adalah tanaman induk harus betul-betul prima atau berkualitas. Maknanya, tanaman aglonema tersebut masih mempunyai daun utuh dari pangkal batang sampai ujung batang. Dengan begitu semua potongan bisa mengikutsertakan daun.

Sekurang-kurangnya indukan yang hendak diperbanyak mempunyai 12 — 1 5 lembar daun. Dengan bantuan daun, maka stek mini akan tumbuh dengan cepat dan akar dan tunas baru cepat tumbuh pula. Karena, daun masih berperan sebagai penyuplai hara karena masih aktif berfotosintesis. Dengan begitu stek mini tersebut tak pernah kekurangan unsur hara.

Anakan yang diperoleh akan memiliki ukuran daun yang normal seperti induknya. Kebalikannya tanpa mengikutsertakan daun, maka anakan cenderung memiliki daun yang kecil karena kekurangan unsur hara. Kekurangan unsur hara ini dapat mengakibatkan penampilan dari tanaman aglaonema mirip dengan bibit kultur
jaringan.

Dan berikut ini cara melakukan stek mini pada tanaman aglonema:
1. Mula mula kita siapkan tanaman aglonema yang hendak diperbanyak atau sebagai indukan. Usahakan memiliki 12 sampai 15 lembar daun.
2. Siapkan peralatan memotong dan sarana atau media tanamnya.
3. Potong bagian pangkal batang dengan menyertakan beberapa lembar akar. Akan tetapi harus kita ingat bahwa bonggol pun harus mempunyai 1 sampai 2 lembar daun.
4. Oleskan obat atau fungisida pada bagian bekas yang dipotong atau luka potong.
5. Selanjutnya luka dipangkal batang bisa kita olesi obat penutup luka tanaman.
6. Selanjutnya potong lagi ruas berikutnya dengan mengikutksertakan 1 sampai 2 lembar daun. Perlu diketahui stek yang mengikutsertakan satu lembar daun akan membantu persediaan nutrisi awal tanaman aglonema.
7. Setelah itu segera olesi luka potong dengan zat perangsang tumbug dan fungisida.
8. Potong lagi batang utama dengan menyertakan 1 sampai 2 lembar daun.
9. Dari proses pemotongan ini minimal kita memperoleh 6 setek dan 1 bonggol tanaman.
10. Langkah selanjutnya sediakan wadah yang bersih dan steril.
11. Tanam stek mini tersebut pada pot jangan lupa siapkan pula media tanamnya.
12. Pendam stek mini tersebut supaya tidak dapat bergerak. Dan jangan lupa semua bibit disirami hingga jenuh kondisi tanahnya.
13. Kira kira sebulan kemudian, stek mini sudah tumbuh akar dan tunasnya.
14. Selanjutnya potong bibit tersebut yang telah berakar 2 sampai 3 lembar.
15. maka dalam waktu 2 bulan akan diperoleh 2 bibit tanaman aglonema.

Memotong Bonggol Tanaman Aglonema

Berikut ini cara memperbanyak tanaman aglonema yang cukup populer, yakni dengan memotong bonggolnya. Lewat cara ini, para pekebun bisa mendapatkan anakan yang banyak dalam waktu singkat. Modalnya cuma indukan aglaonema unggul yang berdaun sekurang-kurangnya 8 sampai 10 helai, biasanya yang digunakan 12 sampai 15 helai daun. Melalui cara ini akan terjadi percepatan waktu kira kira 3 sampai 5 bulan dibanding dengan biasanya.

Baca Juga: 10 Cara Mudah Menanam dan Merawat Aglonema Agar Berdaun Lebat dan Indah

Teknik penerapannya ialah dengan memangkas tangkai/bonggol dengan mengikutsertakan 2 sampai 3 ruas di bawah media, mempunyai mata tunas, dan beberapa akar. Berarti sesudah dipangkas, stek tangkai atau stek batang minimal membawa 2 sampai 3 ruas, mata tunas, dan akar sedikitnya 2- 3 helai. Karena ada akar, maka tanaman sanggup mempernyerap unsur hara dan memprosesnya jadi tenaga untuk tumbuh kembang.

Hasilnya dari teknik ini sanggup menghasilkan akar dan tunas semakin banyak lagi. Sebetulnya cara ini sama dengan potong stek. Perbedaannya, tangkai utama tidak dipotong-potong, tetapi langsung ditanamkan pada media tanam. Karena akarnya sedikit sesegera mungkin memasukan tanaman dalam kantong plastik. Pada minggu kedelapan, tanaman bisa dipotong kembali melalui cara yang sama, yakni mengikutsertakan 2 – 3 helai akar.

Dan bonggol yang tersisa masih bisa menghasilkan nutrisi sebab masih tetap bisa mempernyerap unsur hara dan memprosesnya jadi energi. Disamping itu, bonggol sebagai cadangan makanan yang masih tetap berguna
pada perkembangan awal pada anakan. Sesudah mempunyai 3 sampai 5 daun, anakan bisa dipotong. Pindah tanamkan anakan pada media yang baru.

Bonggol yang masih ada dirawat seperti tanaman normal. Sesudah 1 bulan kemudian bonggol tersebut sudah bisa menghasilkan akar dan memunculkan anakan yang baru. Baiknya bonggol hanya bisa ditumbuhkan 2x untuk menciptakan anakan.

Setelah itu, bonggol tersebut didedel lalu dibuang akar-akarnya, dan dipotong jadi beberapa setek. Cara tanam
seperti ini disebut cara stek mini tanpa daun. Dengan pembatasan tumbuh tersebut, maka perkembangan anakan jadi lebih baik karena lebih terurus.

Adapun cara praktik melakukan tanam bonggol tanaman aglonema adalah sebagai berikut ini:
1. Mula mula siapkan tanaman aglonema yang hendak diperbanyak atau sebagai indukannya, idelanya telah mmempunyai 8 sampai 10 helai daun.
2. Potong pangkal batang dengan mengikutsertakan ruas yang ditumbuhi oleh 2 – 3 helai akar.
3. Olesi luka potong dengan zat penutup luka.
4. Tanam bonggol tersebut dengan mengganjal batu dan tutuplah media sampai membumbun.
5. Yang terakhir sirami media hingga kondisinya jenuh. lalu tutup dengan plastik dan letakkan ditempat yang lembab. Sebulan kemudian, stek bonggol tersebut akan tumbuh tunas dan akarnya. dan anakkan siap untuk dipisahkan kembali.

  • Bagikan