Menu
Menghadirkan berita aktual, tips seputar kesehatan, kecantikan, fashion, hingga hubungan percintaan

Cara Merawat Kaktus Dengan Benar Agar Tumbuh Subur

  • Bagikan
cara merawat kaktus

Cara merawat kaktus. Asal mula Kata “kaktus” berasal dari bahasa Yunani yaitu “kaktos” yang memiliki arti satu di antara jenis tanaman berduri. Kaktus adalah tanaman hiasyang cantik dan indah, maka tak heran banyak pecintanya. Kecantikan dari tanaman kaktus nampak dari bentuk, bunga, dan juga warnanya yang begitu beragam. Sebagai tanaman hias, kaktus merupakan jenis tanaman hias yang banyak jenisnya.

Di samping dapat menjadi tanaman hias di dalam rumah dan halaman, ternyata tanaman kaktus juga dapat dibudidayakan yang dapat memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan. Kaktus yang unik, cantik, dan istimewa, memiliki harga yang lumayan tinggi.

Menanam kaktus utamanya di pot memiliki nilai tambah sebab dapat mempercantik ruangan, interior, dan juga halaman rumah. Kaktus memberikan keindahan dan kecantikan yang dapat memberikan ketentraman bagi pemilikinya. Dan tentu saja jenis tanaman hias ini bisa menjadi lahan penghasilan.

Ciri Ciri Tanaman kaktus

Tanaman kaktus mempunyai beberapa ciri khas berkenaan dengan bagian batang, daun, duri, bunga, buah, dan juga pada bagian akarnya.

Bagian Batang KaKtus

Batang kaktus memiliki bentuk yang beragam. Ada yang berbentuk seperti tiang tunggal, jarang bercabang, dan ketinggiannya bisa sampai 15 meter dan bahkan lebih. Ada pula yang berupa semak-semak rendah, cabangnya banyak, dan juga kerdil. Disamping itu, batang kaktus ada yang berbentuk silinders dan juga bulat papak.

Bagian atas dari batang bisa tumbuh berlipat ganda hingga memiliki bentuk yang unik. Warna batang dari tanaman kaktus juga beraneka warna, mulai dari berwarna hijau, hijau sedikit biru, abu-abu kebiru-biruan. Batang kaktus biasanya digunakan untuk menyimpan air berbentuk lendir atau getah yang sulit untuk menguap. Tujuannya agar tanaman kaktus bisa tetap hidup meskipun di tempat yang minim air.

Bagian Daun Kaktus

Tanaman kaktus kebanyakan tidak memiliki daun. Dan biasanya hanya dari sub keluarga Pereskieae saja yang mempunyai daun. Karena pada umumnya tanaman kaktus tidak berdaun, karena itu batangnya yang berwarna hijau daun yang berperan sebagai alat untuk bernapas, dan melakukan fotosintesis.

Bagian Akar Kaktus

Akar dari tanaman kaktus ada yang lembut dan juga tebal, ada pula yang membesar seperti umbi tanaman dahlia. Ada juga yang gemuk dan silinder seperti umbi pada buah bit.

Bagaian Bunga Kaktus

Bunga kaktus umumnya bermahkota, tetapi tidak kelihatan kelopak bunganya. Mahkota bunga di bagian bawah berupa pipa panjang atau pendek, sementara itu bagian lembar mahkota bagian atas tak jarang berlapis-lapis, atau ada pula yang hanya selapis saja.

Lembar mahkota memiliki warna yang beragam. Sedangkan bagian bakal buahnya berbentuk oval atau pun bulat. Bunga kaktus memiliki benang sari yang jumlahnya banyak dan menempel di bagian bawah dalam mahkota. Untuk bagian putik dan benang putiknya memiliki berbagai warna. Bunga kaktus bisa tumbuh tunggal atau bergerombol, dan terletak di pucuk batang atau pun di bawahnya.

Bagian Duri kaktus

Duri dari tanaman kaktus tumbuh di bagian kuntum. Bentuk duri tanaman kaktus ada yang pendek, ada yang panjang, ada yang lembek, dan ada pula yang keras. Selain itu duri tanaman kaktus memiliki warna yang beragam.

Mempersiapkan Media Tanam

Supaya tanaman kaktus bisa tumbuh dengan maksimal dan bermutu, maka media tanamnya harus memenuhi kriteria yang diinginkan tanaman tersebut. Salah satu media tanam yang perlu diperhatikan dalam menanam tanaman kaktus adalah jenis media tanamnya. Dan berikut ini jenis media tanam yang cocok untuk merawat tanaman kaktus.

Tanah Poreus

Pada prinsipnya, kaktus benar-benar menginginkan tempat poreus/sarang. Lebih bagus kekurangan air ketimbang kelebihan air. Soal ini memiliki arti bahwa air siraman untuk tanaman kaktus jangan sampai terlalu banyak atau sampai menggenang. Tanah tempat tumbuh tanaman kaktus harus bisa menyimpan air dan unsur haranya. Kelembapan yang tinggi bisa berpengaruh buruk pada tanaman kaktus sebab bisa mengakibatkan pembusukan pada tanaman kaktus tersebut.

Tanah dalam pot tanaman kaktus diusahakan tidak terlalu padat dan mesti selalu berudara segar. Untuk menambah poreusnya tanah, kita bisa memanfaatkan pasir kasar yang sudah dibersihkan dari lempung halusnya.

Tanah kapur dan kompos

Sebagian besar tanaman kaktus menyenangi tanah yang memiliki kandungan kapur. Untuk penyiapan kandungan kapur, kita bisa memanfaatkan batu kapur berupa bubuk kasar, beberapa puing tembok, kepingan lembut dari beberapa rumah siput, baik siput darat maupun siput laut.

Kesuburan pada tanah pot bisa ditambah dengan membubuhkan kompos yang betul-betul telah tua. Beberapa bahan organik berbentuk daun-daunan yang sedang melapuk dan pupuk kandang yang belum matang seharusnya dihindari.

Bubuk bata kasar dan arang kayu

Untuk menambahkan poreusiteitnya tanah, kita dapat menggunakan bubuk batu bata yang kasar. Bubuk bata yang halus atau lembut dapat menyebabkan tanah berubah menjadi padat. Pupuk organik (seperti : ZA, Urea, dan DS) untuk menyuburkan tanah tidak direkomendasikan. Fosfat alam berbentuk bubuk atau tepung tulang bisa dipakai, tetapi intensitasnya juga harus terbatasi.

Bubuk arang kayu yang lembut atau kasar disarankan untuk dimanfaatkan karena bisa mempernyerap sejumlah zat asam pada tanah dan menghindari perkembangan cacing tanah di dalam pot.

Pembiakan Tanaman Kaktus

Setelah kita membahas tentang media tanam dari tanaman kaktus, mari kita lanjutkan pembahasan kita ini pada cara pembiakan tanaman kaktus. Pada artikel kali ini kami hanya membahas 3 cara pembiakan kaktus, di antaranyaa:

a. Pembiakan tanaman kaktus melalui biji,

b. Pembiakan tanaman kaktus melalui stek,

c. dan cara pembiakan tanaman kaktus dengan menyambung.

Dari ketika cara pembiakan tanaman kaktus tersebut, akan kita bahas urut satu persatu.

1. Pembiakan Tanaman Kaktus Melalui Biji

Biji kaktus yang berbagai jenis bisa ditebar kapan saja. Biji kaktus bisa tahan lama bila diletakkan dalam kantong plastik yang tertutup rapat. Bisa juga diletakkan berbentuk buah yang telah kering.

Biji kaktus bisa dipercepat tumbuhnya jika sebelum ditebarkan ditempatkan lebih dulu pada air panas, selanjutnya diaduk-aduk dan didiamkan sampai dingin. Di air tersebut, biji diletakkan selama 2 hingga 3 hari untuk selanjutnya ditaburkan pada tempat yang sudah disiapkan.

a. Sediakan Pot Semai

Untuk menaebarkan biji kaktus, kita perlu menyediakan atau menyiapkan pot semai. Pot semai ini, sebaiknya kita pilih yang memiliki bentuk ceper dan dangkal. Dan bagian dasarnya diberikan sejumlah lubang untuk mempermudah air mengucur keluar.

Tata cara pengisian media tanam dalam pot semai ialah seperti berikut ini:

  • Pada bagian bawah kita berikan susunan pecahan batu kapur atau bata merah ukuran sedang. Hal ini berguna untuk memperlancar pembuangan airnya. Sehingga tanah tidak becek dan tanaman kaktus terhindar dari busuk.
  • Selanjutnya pada bagian di atasnya, kita berikan tanah yang sesuai untuk biji dari jenis kaktus yang ditebarkan.
  • Lapisan selanjutnya, kita tutup dengan ramuan tanah yang sama, tetapi sebelumnya harus diayak dahulu sampai tanah tersebut benar benar halus atau lembut.
  • Sebelum biji ditebarkan, tanah dalam pot dibasahi terlebih dulu dengan air seperlunya saja.

b. Cara Menaburkan atau Menyemai Biji Kaktus

Biji kaktus ditebarkan secara merata di atas tanah persemaian yang telah kita siapkan. Biji yang memiliki ukuran kecil cukup ditekan ala kadarnya, dan biji yang memiliki ukuran cukup besar kita tutupi dengan tanah lembut sisa pengayakan.

Pot tersebut, selanjutnya ditutupi dengan plastik yang tembus cahaya, caranya dengan dilubangi kecil-kecil. Dapat juga pot tersebut kita tutupi dengan kaca, selanjutnya ditempatkan pada tempat yang teduh.

Selama biji kaktus belum tumbuh, kelembapan dalam pot sebaiknya masih tetap terjaga. Biji kaktus umumnya mulai tumbuh di antara umur 1 sampai 3 minggu, tergantung pada temperatur udara dan jenis kaktusnya. Suhu 21 derajat Celcius ialah temperatur yang terbaik untuk perkembangan biji kaktus. Semai biji kaktus yang baru tumbuh membutuhkan cahaya matahari pagi untuk mempercepat perkembangan dan pembentukan batang kaktus yang kuat.

c. Pemindahan Semai Biji Kaktus

Dari pot semai yang pertama, hasil semai biji kaktus harus dipindahkan pada pot pembesaran dan setelah itu dipindahkan lagi ke pot yang ukurannya lebih besar. Sesudah bibit kaktus ditanam, pot tersebut diletakkan pada tempat yang teduh. Tanah untuk pembiakan ini bisa disamakan dengan dengan tanah untuk pot persemaian, tetapi susunan kompos yang tua seharusnya ditambah lagi. Sesudah berumur 1 tahun, tanaman kaktus dapat dipindah ke pot yang tetap atau dipasarkan ke konsumen tamanan hias, khususnya pecinta kaktus.

2. Pembiakan Tanaman Kaktus dengan Stek

Tak hanya bisa dikembangbiakan melalui biji saja, tanaman kaktus juga bisa kita kembangbiakan dengan menggunakan stek. Cara pembiakan tanaman kaktus dengan stek cukuplah mudah, namun jika kita sebagai pemula harus memperhatikan langkah langkah pembiakan kaktus dengan stek di bawah ini.

a. Kriteria kaktus yang bisa distek

Ada beberapa kriteria atau persyaratan yang bisa dijadikan pedoman untuk melakukan stek pada tanaman kaktus. dan berikut ini prasyarat melakukan stek pada kaktus, di antaranya:

  • Mudah untuk bercabang dan banyak cabangnya. Beberapa cabangnya dapat kita ambil dan dijadikan setek.
  • Tanaman tersebut membentuk batang pokok yang tinggi tanpa cabang. Kaktus semacam ini dapat dipotong pucuknya agar membuat pucuk-pucuk yang baru. Pucuk-pucuk yang dipotong tersebut digunakan sebagai setek.

Berlainan dengan hal tersebut, beberapa jenis kaktus yang berbatang pokok pendek dan bentuknya bulat umumnya sulit dan bahkan tidak bisa distek.

b. Cara Menyetek Tanaman Kaktus

Stek kaktus bisa dilakukan dengan memotong cabang sedekat mungkin pada batang dengan pisau yang tajam. Jangan sekalipun memutar atau menyebetnya hingga dapat melukai batang.

Ruas-ruas yang pipih bisa kita ambil 1 sampai 3 sirip untuk dijadikan stek. Ruas pertama atau yang paling bawah harus telah terlihat tua (minimal satu tahun umurnya) dan terlihat dasar ruasnya telah memiliki warna agak kelabu.

Dari jenis kaktus yang panjang batangnya, kita bisa menjadikan beberapa potong stek sekaligus. Ukuran stek tersebut kira kira 5 cm atau lebih. Cabang yang dipangkas untuk dijadikan stek baiknya tak perlu terburu-buru untuk ditanamkan, namun diletakkan terlebih dulu pada tempat yang teduh dalam beberapa hari, yakni sekitar 7 sampai 10 hari. Dengan penyimpanan itu, akan terbentuk kulit baru yang dapat berguna untuk menutupi Iuka. Dengan begitu, terbebaslah stek tersebut dari pembusukan bila ditanam.

c. Media Tanam Stek

Media untuk menanam stek dapat berbentuk tanah yang banyak terkandung pasir atau pasir saja tetapi bersih dari lumpur. Media tanam seharusnya ditambahkan sedikit kompos, agar kaktus bisa tumbuh subur.

Sebagai tempat menanam stek bisa dipakai stek-bak atau pot comunal yang cukup besar. Media tanam ini bisa digunakan untuk beberapa stek. Sesudah ditanam dengan masukkan 1/3 bagian dari panjang stek dan tanah sekitar stek dibasahi sedikit, setelah itu stek diletakkan pada tempat yang cukup teduh.

Tanah tempat stek dapat disiram 1 sampai 2 minggu sekali, tetapi tidak boleh terlalu basah atau becek. Bila pucuknya mulai menumbuh, berarti penyetekan sukses. Bila perakarannya telah cukup banyak, maka stek dapat selekasnya dipindahkan ke pot yang tetap atau dipasarkan.

3. Cara Pembiakan Tanaman Kaktus dengan Menyambung

Meskipun tanaman kaktus mempunyai kuntum-kuntum yang terkubur atau sering disebut adventif, mustahil bisa dikembangbiakan secara okulasi. Namun tanaman kaktus bisa dikembangbiakan dengan cara “menyambung”. Untuk perkembangbiakan secara menyambung dibutuhkan batang sebagai penghubung antara akar dan batang sejenis yang hendak dikembangbiakan atau disambungkan, dengan kata lain entris.

Di dunia tanaman hias, khususnya tanaman kaktus, ada banyak jenis sambungan yang dapat dilaksanakan, yakni: sambungan rata, sambungan belahan, sambungan samping, sambungan rata, dan sambungan serong. Apa maksud dari beberapa teknik sambung tersebut di atas? Mari kita bahas satu persatu teknik menyambung tersebut di atas.

a. Sambungan rata

Berikut ini beberapa langkah yang dilakukan untuk teknik sambungan rata

  • Mula mula kita sayat entris dengan pisau yang tajam dari pohon induknya. Bekas potongan harus rata dan tentu saja bebas dari kotoran.
  • Selanjutnya kita sayat pucuk batang primer secara merata. Apabila batang lebih besar diameternya dibanding entrisnya, sayat sisinya secara miring sebesar 45 derajat hingga tercipta di tengah batang pokok lingkaran yang serupa dengan pangkal entrisnya. Bila batang sama besarnya dengan entris, penyayatan ini tak perlu dilaksanakan.
  • Tempatkan entris pas di tengah batang. Hal ini bertujuan agar entris masih tetap menempel pada batang, lalu ikat dengan tali rafia yang mengelilingi pot atau ditekan dengan 2 utas tali yang diberi timbangan pada ke-2 ujungnya.
  • Setelah itu tempatkan hasil sambungan pada tempat yang teduh. Lalu Diamkan bekas Iuka sayatan nya jadi kering.
  • Apabila sambungan telah jadi atau sukses, angkat tali rafianya.

b. Sambungan belahan

Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan dalam teknik sambungan belahan:

  • Mula mula kita sayat entris sisi bawah kanan kiri sampai tercipta baji yang panjangnya kira kira 3 sampai 4 cm.
  • Selanjutnya kita menjaga irisan tetap bersih.
  • Setelah itu belah batang tepat di bagian tengah sedalam panjang baji entrisnya.
  • Kemudian kita masukan entris ke belahan batang tegak lurus dan paku dengan duri kaktus atau tusuk bambu yang lembut. Kita Dapat pula mengikatnya dengan tali rafia.
  • Selanjutnya, cabut duri kaktus secara perlahan-lahan agar tidak merusak sambungannya.

c. Sambungan samping

Untuk melakukan sambungan samping, kita bisa mengikuti beberapa langkah melakukan sambungan samping berikut ini:

  • Mula mula kita sayat entris berbentuk baji seperti pada sambungan belahan.
  • Setelah itu buatlah lubang serong/miring ke batang primer. Upayakan janganlah sampai batang primer atau pokok tertembus.
  • Langkah terakhir, kita masukkan entris ke lubang batang primer dan hubungkan dengan duri kaktus atau tusuk dengan bambu secara halus.

d. Sambungan semai

Adapun langkah-langkah saat melakukan sambungan rata, diantaranya sebagai berikut:

  • Mula mula kita angkat semai dari pot pembiakan semai dan sayat sisi bawah dekat leher akarnya.
  • Kemudian sayat pohon primer seperti pada sambungan rata.
  • Selanjutnya kita lekatkan semai di atas batang primer yang basah. Penegakan tidak dibutuhkan
    karena semai yang basah akan menempel dengan sendirinya.

c. Sambungan serong

Ada sejumlah cara melakukan sambungan serong, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Mula mula kita tentukan batang yang sama besarnya dengan entris.Lalu kita lakukan sayatan entris miring kurang lebih sebesar 45 derajat.
  • Kemudian kita sayat batang secara miring sebesar 45 derajat pula.
  • Yang paling akhir, lekatkan entris pada batang primer dan kaitkan dengan duri kaktus atau tusuk dengan bambu yang halus.

 

Demikianlah cara merawat kaktus agar bisa tumbuh subur. Mudah mudahan artikel ini bermanfaat untuk kita para pencinta tanaman hias.

  • Bagikan